This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 27 April 2012

SEO Monitor




Sudahkah anda memonitoring perkembangan naik turunnya blog anda? ada kabar baik untuk anda yang mungin belum mendapat informasi ini, SEOBOOK membuat seo monitorng toolbar yang bisa anda install langsung secara online, banyak kelebihan yang ditawarkan oleh seobook ini walaupun program tersebut gratisan.
Berikut bebrapa kelebihan yang ditawarkan oleh SEOBOOK monitoring toolbar.
1. Site Toolbar
Dengan SEOBOOK toolbar anda dapat mengetahui Page Rank per halaman blog anda, Link Domain, Page Link, Directory Link, Usia Site (Khusus untuk web berbayar) usia site dapat diketahui untuk site gratisan seperti blospot, usia site mengikuti main site yaitu blogger.com, monthly Uniques, Traffic value semua ini dapat pula anda lihat di Site Information untuk lebih detailnya. Berikut tampilan SEOBOOK toolbar.

2. Site Information
Disini anda dapat mengetahui Site PR, Usia sebuah website, Site Link, Page Link, Directories, Traffic dan social bookmarks, selain itu anda dapat meng-convert ke dalam bentuk microsoft excel seperti terlihat dibawah ini.

 

3. SEO XRay
SEO XRay ini untuk melihat META TAG Keyword, META TAG Description, jadi apabila anda ingin melihat keyword yang digunakan blogger lain maka anda bisa memanfaatkan fasilitas ini. Berikut tampilannya


disini saya hanya menggambarkansecara garis besar kelebihan kelebihan yang di tawarkan oleh SEOBOOK toolbar. Untuk penjelasan lebih lanjutnya silahkan anda kunjungi seobook.com. Anda dapat mendownload SEOBOOK toolbar dibawah ini.

Seobook toolbar untuk Mozilla Firefox


Seobook toolbar untuk Internet Explorer




Kamis, 19 April 2012

Cara Daftar Infolinks




Mendapat Uang secara online dengan Infolink In-Teks Ads

   Infolink adalah sebuah Situs  yang bergerak dibidang Pay per Click (PPC),tetapi setiap iklan yang muncul bukan pada Sidebar disebuah Blog tetapi Pada Setiap artikel.
atau sering disebut dengan In-Teks Ads atau iklan pada teks,Setiap teks yang mengandung iklan infolink akan
berwarna dan mempunyai Garis bawah ( Underline ).

  Jika anda belum mempunyai Akun infolink anda bisa mendaftar dengan langkah sebagai berikut :
* Silahkan anda menuju www.infolink.com
* Isi Formulir dengan lengkap dan benar
* Blog / Web disarankan berbahasa inggris
* Setelah Formulir sudah diisi,anda pun akan mendapatkan Script
* Copy Script yang diberikan infolink
* Login ke Blogger
* Kemudian Pilih Rancangan => Tambah Gadget => pilih  HTML/javascript
* Paste Script yang anda Copy tadi dan klik SAVE.


Cara Daftar Alexa

Daftar Alexa dengan benar dan tepat. karena jika proses pendaftaran alexa ini Anda lakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang diberikan alexa maka percuma, lihat sebagai berikut.

1. Masuk ke alexa.com untuk mendaftar atau klik disini
2. Isi formulir pendaftaran seperti Emai dan Nama Anda dengan benar, lihat gambar dibawah klik gambar agar terlihat jelas

 

3. Lanjutkan dengan klik tombol Register, jika sukses akan dihadapkan pemberitahuan bahwa pendaftaran sukses! lihat gambar

 
4. Setelah itu lakukan confirmasi link alexa yang dikirimkan ke Email Anda, klik link confirmasi yang dikirim lihat gambar

 

5. Selanjutnya setelah Anda klik link confirmasi tersebut Anda akan dibawah ke form pembuatan password baru Anda, lihat gambar

 

6. Setelah Anda isi teks box password baru pilih tombol Submite Password, jika sukses pemberitahuan sukses akan muncul, seperti gambar pertama dibawah. Dan tunggu sejenak karena secara otomatis Anda akan dihadapkan kembali sebuah halaman, lihat gambar kedua dibawah

 
7. Proses selanjutnya yang Anda harus lakukan adalah menambahkan sebuah atau beberapa Url blog yang Anda miliki dengan klik tomblo "Add a site" seperti pada gambar diatas, setelah itu Anda akan dihadapkan kembali sebuah halaman Verifikasi member lihat gambar dibawah.

 

8. Selanjutnya pilih "Sig Up Free" bagi Anda yang memang baru perhatikan gambar diatas, setelah itu Anda akan diminta untuk input Url blog Anda, lihat gambar dibawah

 

9. Nah yang terakhir ini adalah tahap pentingnya sahabat, setelah Anda inputkan Url blog Anda, ikuti terus petunjuk yang diberikan dengan melakukan ste-step yang diberikan alexa untuk proses Verifikasi blog Anda perhatikan gambar diatas klik gambar agar terlihat jelas.


Wirausaha Online

Banyak ragam cara untuk menghasilkan uang dari blog. Seperti menjadi publisher iklan. Mengikuti program afiliasi dengan memasarkan produk orang lain, dan jika ada yang membeli produk tersebut maka kita akan dapat komisi.

PT. Technopreneur Indonesia (TI), memberikan kesempatan untuk kita, para blogger, untuk menjadi mitra dalam memasarkan produk-produknya. Atau lebih tepatnya MENGIKLANKAN produk-produknya yang berupa PRODUK JASA . PT.TI merupakan perusahaan penyedia layanan informasi online di Indonesia, mulai dari produk iklan baris mobil, iklan baris rumah, kontak jodoh, hingga informasi produk & bisnis.

Beberapa produk TI yang bisa kita manfaatkan diantaranya :
  • Mobil Raya, merupakan layanan Informasi Mobil Bekas Online
  • Rumah Raya, Informasi Rumah / Properti Online
  • Ayo Nikah, Informasi Kontak Jodoh Online
Mobil Raya

Ini merupakan situs jual beli mobil bekas online. Bagi sobat yang mungkin sedang mencari mobil bekas, maka disinilah tempatnya. Atau mungkin sobat hendak punya mobil, dan hendak menjualnya, bisa juga memanfaatkan situs ini.

Rumah Raya

Ya, ini adalah situs jual beli rumah online. Mungkin ada dari sobat-sobat sekalian yang sedang mencari rumah dengan lokasi yang sobat inginkan, sobat bisa mencarinya disini. Begitupun jika sobat hendak menjual rumah sobat, maka juga bisa memanfaatkan jasa situs ini.

Ayo Nikah !

Adakah dari sobat yang masih MENJOMBLO ?? Saya rasa situs Kontak Jodoh ini bisa menjadi alternatif untuk mencari pasangan hidup.

Bagaimana kita bisa memanfaatkan semua itu sebagai tambahan penghasilan ?

Cara online
Setelah mendaftar menjadi mitra PT. TI, sobat akan diberi link mitra. Nah sebagai alat promosi, sobat bisa memasangnya di blog sobat berupa text, banner, atau apapun terserah sobat. Jika nanti ada yang mendaftar (memasang iklan di rumah raya, mobil raya, dan daftar di ayonikah) melalui link mitra kita, mereka akan dikenakan biaya 100 ribu, maka kita akan dapat komisi sebesar 50%.

Cara OFFLINE

Jika sobat ingin penhasilan yang lebih WAH,,,!?! lagi. Maka sebaiknya dibarengi juga promosi dengan cara offline. Mungkin ada teman/tetangga sobat yang ingin menjual mobil atau menjual umah, nah sobat bisa merekomendasikan situs-situs ini sebagai medianya. Atau ada teman sobat yang susah mendapatkan jodoh ?? Kenapa nggak,, sobat bisa mereferensikan dia untuk mencoba menjadi memeber kontak jodoh.
Dan JANGAN LUPA !!
Untuk pendaftarannya gunakan LINK MITRA sobat agar mendapatkan komisi.

Komisi akan dibayarkan akhir bulan setelah akumulasi mencapai 100 ribu.

Saya rasa yang satu ini pantas untuk dicoba. Toh, untuk menjadi mitra tidak dikenakan biaya sepeserpun. Jadi jika sobat tertarik, silahkan daftar dan ikuti saja perintah-perintahnya. Setelah daftar, sobat akan diberi link mitra situs-situs tersebut (mobil raya, rumah raya, dan ayo nikah). Dan sekali lagi, jika ingin penhasilan yang lebih wah,,!!!, maka sebaiknya barengi juga dengan cara OFFLINE. Jangan khawatir, biaya pendaftaran melalui agen (mitra) ataupun langsung sama saja, tidak ada diskon.



Rabu, 18 April 2012

Cara Menurunkan Alexa

ALEXA RANK adalah sebuah web yang me-ranking peringkat web/blog kita, yang dimulai dari 1-9999999999 . hehehe... Semakin kecil angka yang kita dapat dari ALEXA artinya semakin bagus. Peringkat kita di ALEXA juga sangat berpengaruh pada trafic blog kita. Namun, agar si tante ALEXA mengetahui kehadiran web/blog kita, kita perlu melakukan SUBMIT agar si tante ini lebih mudah dalam mengenali blog kita.

Dengan begitu si tante dapat lebih mudah mengetahui update yang kita lakukan. Nah, gini nih caranya buat daftar di ALEXA :
1. Buka alexa.com.

2. Isi Form yang tersedia.

3. Akan ada e-mail konfirmasi yang dikirimkan ke e-mail anda.

4. Buka e-mail anda, lalu aktifkan akun Alexa anda.

5. Setelah itu, masukkan e-mail serta password anda.

6. Pilih tab for site owners.

7. Lalu klik Claim you site.

8. Masukkan alamat Web/Blog anda, lalu klik Claim your site

9. Lalu anda diminta untuk mem-Verifikasi web/blog anda, dengan cara :
upload di root blog anda. Buat sebuah file format .txt dengan notepad, copy paste meta tag ke dalam file tersebut dan buat nama sesuai intruksi dari alexa. Lalu upload file tersebut di root blog anda dalam hosting yang anda gunakan.
copy kode meta-tag, lalu pastekan di HTML blog anda, letakkan dibawah kode <head>
  
10. Lalu tekan saja verify my meta tag


Solusi Masalah Pendidikan

Dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 memuat cita-cita pendidikan bangsa Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan itu, harkat dan martabat seluruh warga negara akan dapat terwujud. Sekolah dan system sekolah sebagai suatu lembaga social dan pendidikan dipilih dan ditempatkan di antara system kelembagaan yang telah ada. Fungsi utama sekolah pada awalnya adalah pengajaran, setidak-tidaknya dalam terminology, namun dalam perkembangannya sekolah berfungsi majemuk dengan pendidikan sebagai intinya. Persoalan jumlah dan siapa yang perlu memperoleh pendidikan kiranya cukup jelas, yaitu semua rakyat pembentuk bangsa kita, sedangkan yang perlu dipikirkan dan di usahakan adalah kualifikasi dan mutu atau mutu, kecerdasannya, dan jalan serta cara mencapainya merupakan implikasi pesan utama cita-cita yang diletakkan oleh bapak-bapak pendiri Republik Indonesia dan pengisian pesan tersebut perlu dicari, dikaji, dan terus dikembangkan. [1]

Dengan melihat masalah mutu pendidikan yang rupanya sudah sangat menggelitik dunia pendidikan dewasa ini. Bukan saja bagi para professional, juga bagi masyarakat luas pun terdapat suatu gerakan yang menginginkan adanya perubahan sekarang juga dalam hal usaha peningkatan mutu atau mutu pendidikan.[2]

a. Kendala Peningkatan Mutu Pendidikan

Kendala peningkatan mutu pendidikan ini, perlu di teliti dan di cermati agar kelak bangsa Indonesia dapat meningkatkan mutu pendidikan dengan lancar dan dapat bersaing di Era Globalisasi.

Kiranya penulis perlu paparkan beberapa pendapat para ahli pendidikan tentang kendala peningkatan mutu pendidikan, yaitu:

1. Menurut DR. Soedijarto, MA bahwa rendahnya mutu atau mutu pendidikan di samping disebabkan oleh karena pemberian peranan yang kurang proporsional terhadap sekolah, kurang memadainya perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan system kurikulum, dan penggunaan prestasi hasil belajar secara kognitif sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pendidikan, juga disebabkan karena system evaluasi tidak secara berencana didudukkan sebagai alat pendidikan dan bagian terpadu dari system kurikulum. [3]

2. Secara umum, Edward Sallis (1984) dalam Total Quality Management in Education menyebutkan, kondisi yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan dapat berasal dari berbagai macam sumber, yaitu miskinnya perancangan kurikulum, ketidak cocokan pengelolaan gedung, lingkungan kerja yang tidak kondusif, ketidaksesuaian system dan prosedur (manajemen), tidak cukupnya jam pelajaran, kurangnya sumber daya, dan pengadaan staf.[4]

Sedangkan menurut laporan Bank Dunia, terdapat empat factor yang diidentifikasi menjadi kendala mutu atau mutu pendidikan di Indonesi, yaitu:

a. Kompleksitas pengorganisasian pendidikan antara Depdiknas (bertanggung jawab dalam hal materi pendidikan, evaluasi buku teks dan kelayakan bahan-bahan ajar) dan Depagri dalam bidang (ketenagaan, sumber daya material, dan sumber daya lainnya). Di samping itu, Departemen Agama bertanggung jawab dalam membina dan mengawasi sekolah-sekolah keagamaan negeri maupun swasta. Dualisme ini berakibat fatal karena rancunya pembagian tanggung jawab dan peranan manajerial, keterlambatan dan terpilahnya system pembiayaan, serta perebutan kewenangan atas guru.
b. Praktik manajemen yang sentralistik pada tingkat SLTP. Pembiayaan dan perencanaan oleh pemerintah pusat yang melibatkan banyak departemen. Hal ini menghambat pencapaiaan tujuan wajib belajar pendidikan dasar.
c. Praktik penganggaran yang terpecah dan kaku. Kompleksitas organisasi yang menyiapkan anggaran pembangunan menjadi rumitnya pengelolaan pendidikan. Bappenas, Depdiknas, dan Depagri, termasuk Depag, dalam menyiapkan anggaran pendidikan. Akibatnya, hal ini menimbulkan dampak negatif, yaitu tidak adanya tanggung jawab yang jelas antar unit, tidak ada evaluasi reguler terhadap kebutuhan riil, dan tidak ada jaminan dana yang dialokasikan secara benar dan merata.
d. Manajemen sekolah yang tidak efektif. Sebagai pelaku utama, kepala sekolah banyak yang kurang mampu melakukan peningkatan mutu sekolahnya karena tidak dilengkapi dengan kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang baik. Pelatihan yang kurang dan rekruitmen kepala sekolah yang belum didasarkan atas kemampuan memimpin dan profesionalitas.[5]
b. Solusi Peningkatan Mutu Pendidikan

Gambaran tentang rendahnya mutu pendidikan sebelumnya telah di dahului oleh serangkaian studi yang dilakukan oleh Proyek Penilaian Nasional Pendidikan (PPNP) yang dimulai sejak tahun 1969. serangkaian studi ini telah memberikan gambaran tentang keadaan pendidikan di Indonesia pada saat itu, dan telah dijadikan landasan bagi dilaksanakan serangkaian pembaruan pendidikan yang dimulai sejak permulaan tahun 1970-an. [6]

Oleh sebab itu, Menteri Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2002 telah mencanangkan, bahwa pada tahun 2002 dimulai gerakan peningkatan mutu atau mutu pendidikan. Gerakan ini perlu diawali dengan mereformasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah sebagai lembaga yang memberikan layanan pendidikan apabila menghendaki pendidikan ini bermutu. Gerakan tersebut memang sudah saatnya dimulai, mengingat mutu pendidikan sekarang masih dalam kondisi yang memprihatinkan. [7]

Dalam rangka peningkatan mutu atau mutu pendidikan, telah dilakukan berbagai kegiatan diantaranya adalah:

a. Pengembangan kurikulum termasuk cara penyajian pelajaran dan system study pada umumnya.

b. Pengadaan buku-buku pelajaran pokok untuk murid serta buku pedoman guru sekolah dasar dan sekolah-sekolah lanjutan, buku-buku pelajaran kejuruan dan tehnik untuk sekolah-sekolah yang memerlukannya dan buku-buku perpustakaan dalam berbagai bidang study pada pendidikan tinggi.

c. Pengadaan alat-alat peraga dan alat-alat pendidikan lainnya pada sekolah dasar (SD), TK, dan SLB, laboratorium IPA dan SMP&SMA, fasilitas dan perlengkapan latihan dan praktik pada sekolah-sekolah kejuruan dan tehnik serta laboratorium untuk berbagai bidang ilmu pendidikan untuk Perguruan Tinggi.

d. Penataran guru-guru dan dosen

e. Pengadaan buku bacaan yang sehat dan bermutu melalui perpustakaan sekolah. [8]

Menurut Syafaruddin upaya untuk meningkatkan mutu atau mutu pendidikan perlu dilakukan hal-hal berikut, yaitu: 1) Menyamakan komitmen mutu atau mutu oleh kepala sekolah, para guru dan pihak terkait (stakeholders), mencakup: visi, misi, tujuan dan sasaran, 2) Mengusahakan adanya program peningkatan mutu sekolah (kurikulum/pengajaran, pembinaan siswa, pembinaan guru, keuangan, saran dan prasarana, serta kerjasama dengan stakeholders sekolah, meliputi jangka panjang dan jangka pendek 3). Meningkatkan pelayanan administrasi sekolah, 4). Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, 5) Ada standar mutu lulusan, 6) Jaringan kerjasama yang baik dan luas, 7) Penataan organisasi sekolah yang baik (tata kerja), 8) Menciptakan iklim dan budaya sekolah yang kondusif.[9]

Dalam pembahasan skripsi ini, penulis akan mengungkapkan beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan. Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah, antara lain:

1. Peserta Didik

2. Pendidik

3. Sarana dan Prasarana

4. Lingkungan


Ad. 1. Peserta Didik

Dalam kaitannya dengan pendidikan, peserta didik merupakan suatu factor atau komponen dalam pendidikan. Karena itu pembinaan terhadap anak harus dilaksanakan secara terus menerus kearah kematangan dan kedewasaan.
Sebagai makhluk manusia, peserta didik memiliki karakteristik-karakteristik. Menurut Sutari Imam Barnadib, Suwarno, dan Siti Mechati, peserta didik memiliki karakteristik tertentu, yakni:
a. Belum memiliki pribadi dewasa susila sehingga masih menjadi tanggung jawab pendidik.
b. Masih menyempurnakan aspek tertentu dari kedewasaannya, sehingga masih menjadi tanggung jawab pendidik.
c. Memiliki sifat-sifat dasar manusia yang sedang berkembang secara terpadu yaitu kebutuhan biologis, rohani, social, intelegensi, emosi, kemampuan berbicara, anggota tubuh untuk bekerja (kaki, tangan, jari), latar belakang social, latar belakang biologis (warna kulit, bentuk tubuh, dan lainnya), serta perbedaan individual. [10]
Dengan memahami karakteristik peserta didik di atas, maka diharapkan guru mampu melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik sehingga tercipta peningkatan mutu pendidikan yang diinginkan oleh sekolah.

Ad. 2. Pendidik

Masalah mutu pendidikan, rupanya sudah sangat menggelitik dunia pendidikan dewasa ini. Bukan saja bagi para professional, juga bagi masyarakat luas terdapat suatu gerakan yang menginginkan adanya perubahan sekarang juga dalam hal usaha peningkatan mutu atau mutu pendidikan.[11]

Dengan melihat keadaan mutu pendidikan yang rendah, maka telah diupayakan usaha-usaha dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan sasaran sentralnya yang dibenahi adalah mutu guru dan mutu pendidikan guru. [12]

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, maka perlu kiranya dilakukan kegiatan-kegiatan dalam usaha peningkatan mutu guru, yaitu:

1. Absensi dan Kedisiplinan Guru

Hal ini sangat menentukan mutu pendidikan guru, karena absensi dan kedisiplinan guru sangat berpengaruh demi kelancaran proses belajar mengajar. Jika guru jarang hadir atau tidak disiplin maka hal itu akan menghambat proses belajar mengajar dan akan mengakibatkan peserta didik menjadi malas. Akan tetapi jika guru selalu tepat waktu tidak pernah terlambat dalam mengajar, maka hal inilah yang akan menjadi pemacu semangat peserta didik dalam belajar. Dan bagi guru hendaknya selalu mempunyai komitmen sebagai pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan.

2. Membentuk Teacher Meeting

Teacher Meeting dapat diartikan dengan pertemuan atau rapat guru yang merupakan salah satu teknik supervisi dalam rangka usaha memperbaiki situasi belajar mengajar di sekolah. [13]

Tujuan dari Teacher Meeting ini adalah menyatukan pendapat-pendapat tentang metode kerja yang akan membawa mereka bersama ke arah pencapaian tujuan pengajaran yang maksimal dan membantu guru, baik secara individu maupun secara bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, menganalisa problem-problem mereka, perkembangan pribadi dan jabatan mereka.[14]

3. Mengikuti Penataran

Penataran merupakan salah satu saran yang tepat untuk meningkatkan mutu guru terutama dalam hal kemampuan profesionalisme. Seperti yang diungkapkan Djumhur dan Moch Surya dalam bukunya yang berjudul “Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah”: Penataran adalah usaha pendidikan dan pengalaman untuk meningkatkan mutu guru dan pegawai guna menyelaraskan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan kemampuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidangnya masing-masing. [15]

Kegiatan penataran tersebut dimaksudkan untuk:

a. Mempertinggi mutu petugas dalam bidang profesinya masing-masing

b. Meningkatkan efisiensi kerja menuju ke arah tercapainya hasil

Adapun penataran yang diikuti oleh guru adalah penataran yang diadakan oleh DEPAG, Depdikbud maupun lembaga-lembaga lain. Dalam penataran ini tidak semua guru dapat mengikutinya, tetapi hanya guru-guru tertentu dan setelah guru mengikuti penataran maka hasilnya akan disampaikan kepada guru lainnya.

4. Mengikuti Kursus Pendidikan

Dengan mengikuti kursus akan menambah wawasan dan pengetahuan guru. Hal ini juga akan dapat meningkatkan profesionalisme guru lebih bermutu. Kegiatan kursus ini bisa dilakukan secara individu maupun kolektif.

5. Mengadakan Lokakarya atau Workshop

Lokakarya atau Workshop merupakan suatu kegiatan pendidikan “in-service” dalam rangka pengembangan profesionalisme tenaga-tenaga kependidikan. [16]

Lokakarya merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan bekerja bersama-sama baik mengenai masalah teoritis maupun praktis, dengan maksud untuk meningkatkan mutu hidup pada umumnya serta mutu dalam hal pekerjaan. [17]

Dengan adanya lokakarya ini, guru diharapkan akan memperoleh pengalaman baru dan dapat menumbuhkan daya kreatifitas serta dapat memproduksi hasil yang berguna dari proses belajar mengajar. Di samping itu guru dapat memupuk perasaan sosial lebih mendalam terhadap peserta didik, sesama pendidik, dan karyawan maupun terhadap masyarakat.

6. Mengadakan Studi Tour

Kegiatan seperti ini biasanya dilakukan oleh guru-guru yang mengajar mata pelajaran yang sejenis dan berkumpul bersama untuk mempelajari masalah dari pelajaran tersebut, atau sejumlah ilmu pengetahuan yang lain. Lokasi yang dipilih biasanya berkaitan dengan tempat hiburan atau tempat-tempat yang bernilai sejarah, sehingga pelaksanaannya selalu menarik dan menambah semangat.


Ad. 3. Sarana dan Prasarana

Berbicara tentang sarana dan prasarana, maka pengertian ini tidak hanya menyangkut gedungnya, akan tetapi termasuk juga berbagai komponen dan fasilitas yang terdapat di sekolah tersebut. Dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai dapat menunjang proses belajar mengajar sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan.

Sarana pendidikan merupakan semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sarana pendidikan dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang yaitu: Pertama, ditinjau dari habis-tidaknya dipakai (sarana yang langsung habis di pakai dan sarana yang tahan lama). Kedua, ditinjau dari bergerak tidaknya. Ketiga, ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses belajar mengajar di sekolah. [18] Sarana merupakan komponen yang sangat penting dalam setiap aktifitas pendidikan, maka keberadaannya merupakan factor penting dalam usaha untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. Sedangkan pengertian sarana atau alat adalah hal yang tidak saja memuat kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya pekerjaan mendidik, tetapi alat pendidikan itu telah mewujudkan diri sebagai perbuatan atau situasi, dengan perbuatan dan situasi mana, dicita-citakan dengan tegas, untuk mencapai tujuan pendidikan. [19]

Prasarana pendidikan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu: Pertama, prasarana pendidikan yang secara langsung di gunakan untuk proses belajar mengajar, seperti: ruang perpustakaan, ruang teori, ruang praktek keterampilan, ruang laboratorim. Kedua, prasarana pendidikan yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar belajar, tetapi sangat menunjang pelaksanaan proses belajar mengajar seperti: ruang kantor, kantor sekolah, tanah dan jalan menuju sekolah, kamar keci, ruang usaha kesehatan sekolah, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan tempat parkir kendaraan. [20]

Ad. 4. Lingkungan
Yang dimaksud dengan lingkungan disini adalah segala sesuatu yang berada di luar diri manusia, baik berwujud makhluk hidup maupun yang mati. Termasuk di dalam lingkungan ini adalah manusia, hewan, tumbuhan-tumbuhan, keadaan geografis, buku-buku, gambar/lukisan, dan hasil hasil budaya manusia lainnya. Semua ini berpengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian peserta didik sebagai makhluk hidup.
Lingkungan ada dua macam, lingkungan fisik dan lingkungan social. Lingkungan fisik yakni suasana dan keadaan berlangsungnya pendidikan. Sedangkan lingkungan social yakni iklim dan suasana kependidikan. Iklim yang kondusif akan memudahkan pencapaian tujuan pendidikan. [21]


[1] Suyata, Perbaikan Mutu Pendidikan Transformasi Sekolah Dan Implikasi Kebijakan, IKIP Yogyakarta, 1998: 5-6

[2] H. A. R Tilaar, Pendidikan Dalam Pembangunan Nasional Menyongsong Abad XXI, Balai Pustaka, Jakarta, 1990: 187

[3] Soedijarto, Op. cit: 56

[4] Syafaruddin, Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan Konsep, Strategi, dan Aplikasi, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2002: 14

[5] E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2002: 12-13

[6] Soedijarto, Op. cit: 43

[7] Departemen Pendidikan Nasional DEPDIKNAS (2002)

[8] Wasty. Soemanto. F. X. Soeyarno, Landasan Historis Pendidikan Islam, Usaha Nasional, Surabaya, 1993: 111

[9] Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, Op cit: 290

[10] Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, Rineka Cipta, Jakarta, 2000: 52

[11] H. A. R Tilaar Op cit: 187

[12] Zamroni, Paradigma Pendidikan Masa Depan, BIGRAF Publishing, Yogyakarta, 2001: 51

[13] Dirawat, Pengantar Kepemimpinan Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya, 1983: 132

[14] Ibid: 133

[15] Djumhur, Moh. Surya, Bimbingan Dan Penyuluhan Di Sekolah, CV. Ilmu, Bandung, 1975: 115

[16] N. A. Ametembun, Supervisi Pendidikan Penuntun Bagi Para Kepala Sekolah dan Guru-Guru, Suri, Bandung, 1981: 103

[17] Piet. A. Sehartian, Prinsip Teknik Supervisi Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya, 1981: 108

[18] Burhanuddin Dkk, Op. Cit: 86

[19] Abu. Ahmadi. Nur, Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, Rineka Cipta, Jakarta, 1991: 140

[20] Ibid: 86

[21] Haidar Putra Daulay, Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia, Prenada Media, Jakarta, 2004: 82


Hasil Belajar

Hasil belajar yang sering disebut dengan istilah “scholastic achievement”
atau “academic achievement” adalah seluruh kecakapan dan hasil yang dicapai melalui proses belajar mengajar di sekolah yang dinyatakan dengan angka-angka atau nilai-nilai berdasarkan tes hasil belajar. Menurut Gagne dan Driscoll, hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa sebagai akibat perbuatan belajar dan dapat diamati melalui penampilan siswa. Gagne dan Brings menyatakan bahwa hasil belajar merupakan kemampuan internal yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang menjadi milik pribadi seseorang dan memungkinkan orang itu melakukan sesuatu.

Dick dan Reiser dalam Ekawarna (2010) mengemukakan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa sebagai hasil kegiatan pembelajaran, yang terdiri atas empat macam, yaitu: pengetahuan, keterampilan intelektual, keterampilan motorik dan sikap. Sedangkan Bloom, et. Al membedakan hasil belajar menjadi tiga ranah, yaitu ranah kognitif (pengetahuan), ranah afektif (sikap), dan ranah psikomotorik (keterampilan motorik).

Setiap ranah diklasifikasikan lagi dalam beberapa tingkat atau tahap kemampuan yang harus dicapai. Untuk ranah pengetahuan mulai dari tingkat paling ringan yaitu mengingat kembali, memahami, penerapan, analisis, sintesis sampai evaluasi. Ranah sikap mulai dari menangkap/merespon pasif, bereaksi dengan sukarela/merespon aktif, mengapresiasi, menghayati/internalisasi, sampai akhirnya menjadi karakter atau jiwa didalam dirinya. Sedangkan ranah psikomotorik mulai dari tingkat mengamati, selanjutnya membantu melakukan, melakukan sendiri, melakukan dengan lancer sampai secara otomatis atau reflekstoris.

Menurut Arikunto yang dimaksud dengan hasil belajar adalah suatu hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pengajaran yang dilakukan oleh guru. Hasil belajar ini biasanya dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, atau kata-kata baik, sedang, kurang dan sebagainya.

Berdasarkan beberapa pernyataan diatas, maka dapat disimpukan bahwa hasil belajar adalah suatu kemampuan atau keterampilan yang dimiliki oleh siswa setelah siswa tersebut mengalami aktivitas belajar (Ekawarna, 2010: 40).


Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

Adapun bentuk upaya dalam meningkatkan proses prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut:
1. Tujuan
Tujuan menunjukkan arah dari suatu usaha, sedangkan arah menunjukkan jalan yang harus ditempuh. Setiap kegiatan mempunyai tujuan tertentu karena berhasil tidaknya suatu kegiatan diukur sejauh mana kegiatan tersebut mencapai tujuannya.
2. Metode dan Alat
Dalam proses belajar mengajar, metode merupakan komponen yang ikut menentukan berhasil atau tidaknya program pengajaran dan tujuan pendidikan. Adapun pengertian metode adalah suatu cara yang dilakukan dengan fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan.
3. Bahan atau Materi
Dalam pemilihan materi atau bahan pengajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan kemampuan siswa yang selalu berpedoman pada tujuan yang ditetapkan. Karena dengan kegiatan belajar mengajar akan merumuskan suatu tujuan, setelah tujuan dapat diketahui baru kemudian menetapkan materi. Setelah materi ditetapkan maka guru dapat menentukan metode yang akan dipakai dalam menyampaikan materi tersebut.
4. Evaluasi
Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan metode, alat dan bahan atau materi yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan bisa tercapai semaksimal mungkin.
Adapun dalam penggunaan metode resitasi ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh pengajar, antara lain:
a. Fase Memberikan Tugas.
Yaitu guru memberikan tugas pada siswa baik itu secara perseorangan atau kelompok. Dan hasil yang diperoleh dapat sesuai dengan yang diinginkan, hendaknya tugas yang diberikan pada siswa memperhatikan:
1. Tujuan yang akan dicapai.
2. Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut
3. Sesuai dengan kemampuan siswa.
4. Ada petunjuk atau sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa.
5. Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.
b. Langkah pelaksanaan.
1. Diberikan bimbingan atau pengawasan.
2. Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja.
3. Diusahakan dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain.
4. Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh.
c. Fase Mempertanggung Jawabkan Tugas
Hal yang harus dikerjakan siswa pada fase ini, antara lain:
1. Laporan siswa baik lisan atau tertulis dari apa yang telah dikerjakannya.
2. Ada tanya jawab atau diskusi kelompok.
3. Meneliti hasil pekerjaan siswa baik secara tes maupun non tes.
Dengan fase mempertanggunag jawabkan inilah yang disebut dengan resitasi. (Drs. Syaiful Bahri D: 2002).
Sedangkan menurut Zakiah Darajat: 2001, pemberian tugas dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1. Siswa diberi tugas mempelajari bagian dari suatu buku atau teks, baik secara kelompok atau individu, diberi waktu tertentu untuk mengerjakanya, kemudian murid yang bersangkutan mempertanggung jawabkanya.
2. Siswa diberi tugas untuk melaksanakan sesuatu yang tujuannya melatih mereka dalam hal yang bersifat kecakapan mental dan motorik.
3. Siswa diberi tugas untuk mengatasi masalah tertentu dengan cara mencoba untuk memecahkannya, dengan tujuan agar siswa biasa berfikir ilmiah dalam memecahkan suatu masalah.
4. Siswa diberi tugas untuk mengerjakan suatu proyek, dengan tujuan agar siswa terbiasa untuk bertanggung jawab terhadap penyelesaian suatu masalah yang telah disediakan dan bagaimana mengelola selanjutnya.
Dalam pemberian metode tugas atau resitasi ini supaya bisa sesuai dengan yang diinginkan maka ada beberapa syarat yang harus diketahui oleh pendidik dan siswa yang diberi tugas, yaitu:
1. Tugas yang diberikan harus berkaitan dengan pelajaran yang telah mereka pelajari, sehingga murid disamping sanggup mengerjakan juga sanggup menghubungkan dengan pelajaran-pelajaran tertentu.
2. Guru harus dapat mengukur dan memperkirakan bahwa tugas yang diberikan kepada siswa akan dapat dilaksanakannya karena sesuai dengan kesanggupan dan kecerdasan yang dimilikinya.
3. Guru harus mananamkan keadaan murid bahwa tugas yang diberikan pada siswa akan dikerjakan atas kesadaran sendiri yang timbul dari hati sanubarinya.
4. Jenis tugas yang diberikan harus dimengerti benar-benar sehingga murid tidak ada keraguan dalam melaksanakanya.

Daftar Rujukan:
1. Arief, Armai. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam, 2002. Jakarta: Ciputat Pres
2. Barnadib, Imam. Filsafat pendidikan, System dan Metode, 1987. Yogyakarta: Yayasan Penerbit IKIP
3. Hadi, Sutrisno. Metodologi Research, 1986. 1986. Yogyakarta: Andi Offset
4. Muhaimin, dkk. Strategi Belajar Mengajar: Penerapan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama, 1996. Surabaya: CV. Citra Media
5. Sudjana, Nana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, 2000. Bandung: Sinar Baru Algesindo
6. Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, 2001. Bandung: Remaja Rosda Karya
7. Ramayulis. Metodologi Pengajaran Agama Islam, 1990. Jakarta: Kalam Mulia


Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi non keuangan yang secara langsung mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan. SIA terdiri atas 3 Subsistem :
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaksi Processing System- TPS).
Yang mengandung operasi bisnis harian melalui berbagai dokumen serta pesan untuk pera pengguna di seluruh perusahaan. Penting untuk keseluruhan fungsi dari sistem informasi karena :
a. Mengonversikan berbagai kegiatan ekonomi kedalam transaksi keuangan
b. Mencatat berbagai transaksi keuangan kedalam catatan akuntansi
c. Mendistribusikan informasi keuangan yang penting untuk personel
operasional dalam mendukung operasi hariannya.
2. Sistem Buku Besar/ Laporan Keuangan (General Ledger/Financial Reporting SystemGL/FRS). Yang menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengambilan pajak, serta berbagai macam lainnya yang disyaratkan oleh hukum.
3. Sistem Pelaporan manajemen (Management Reporting System). Yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kerja, serta laporan pertanggung jawaban.